You must enable JavaScript to view this site.
This site uses cookies. By continuing to browse the site you are agreeing to our use of cookies. Review our legal notice and privacy policy for more details.
Close
Homepage > Publication Type > Media Releases > Timor-Leste: Time for the UN to Step Back

Timor-Leste: Saatnya PBB Mengambil Langkah Mundur

Dili/Brussels  |   15 Dec 2010

Jumlah kontingen kepolisian Misi Integrasi PBB (UNMIT) di Timor-Leste sebaiknya dikurangi drastis untuk mempersiapkan berakhirnya operasi pasukan pemelihara perdamaian dan mendorong Timor-Leste mengambil alih tanggung jawab penuh demi memastikan keamanan dan stabilitas masa depannya sendiri.

Timor Leste: Time for the UN to Step Back ,* laporan terkini dari International Crisis Group, mengkaji perkembangan baru-baru ini di reformasi polisi Timor-Leste pada khususnya dan sektor peradilan dan keamanan negara itu pada umumnya, dan merekomendasikan PBB untuk mengurangi jumlah kontingen polisinya. Sejak tahun 2008, Timor-Leste sudah memperlihatkan tekad mereka untuk menangani ancaman internal tanpa bantuan PBB, meskipun mereka menjadi tuan rumah bagi sebuah kontingen polisi PBB yang jumlahnya lebih besar daripada misi serupa manapun di dunia, kecuali di Darfur dan Haiti. Pengurangan jumlah pasukan akan menyesuaikan keberadaan misi dengan kenyataan yang ada, karena sudah lama anggota kepolisian Timor-Leste melapor ke komandannya sendiri, bukan ke polisi PBB.

“Sudah bertahun-tahun pemerintah tidak menghiraukan masukan dari PBB dalam melakukan reformasi yang sulit di sektor keamanan dan menindak secara hukum tindak kejahatan”, kata Cillian Nolan, Analis Crisis Group untuk Asia Tenggara. “Ancaman nyata terhadap stabilitas negara masih ada, tapi hal ini paling baik ditangani oleh para pemimpin politik Timor-Leste sendiri daripada mengandalkan kehadiran polisi internasional terus”.

Di tahun 2006, polisi PBB telah memberikan sumbangan penting bagi pemulihan stabilitas paska krisis. Tapi mereka tidak pernah diperlengkapi dengan kemampuan untuk melakukan tugas reformasi polisi jangka panjang yang sarat muatan politis. Sudah lebih dari empat tahun misi berjalan, tapi masih belum ada kesepakatan mengenai rencana reformasi. Namun demikian, proses penyerahan kembali tanggung jawab dari PBB ke polisi Timor-Leste dari distrik ke distrik sejauh ini telah berjalan dengan lancar.

Berhubung pembahasan untuk menentukan seberapa besar sebaiknya misi pemelihara perdamaian di Timor-Leste didasarkan pada pertimbangan untuk menarik pasukan sebelum Desember 2012, maka jelas bahwa misi sebesar itu belum disesuaikan dengan kebutuhan negara itu saat ini. UNMIT harus segera menyerahkan tanggung jawab kepolisian di distrik-distrik dan unit-unit yang tersisa, dan mengurangi jumlah kontingen polisinya paling tidak setengahnya. 

Pemerintah dan PBB perlu menyepakati sebuah rencana terbatas untuk kerjasama di masa depan, memberi pelatihan kepada polisi setempat dan menjelaskan kemungkinan syarat-syarat penyerahan aset-aset misi PBB. Pengurangan jumlah polisi PBB yang drastis akan menyingkap kelemahan-kelemahan dalam departemen kepolisian Timor- Leste, yang mungkin selama ini tersembunyi di belakang kehadiran kontingen internasional yang begitu besar. Pemerintah dan PBB perlu mendukung sebuah penilaian independen mengenai kebutuhan dan kapasitas polisi Timor-Leste yang dapat berfungsi sebagai sarana untuk perencanaan pelatihan domestik dan bilateral di masa depan.

“PBB akan meninggalkan banyak pekerjaan yang belum selesai dalam pembinaan kemampuan kepolisian Timor-Leste, tapi kerusuhan tahun 2006 lebih disebabkan oleh kegagalan menangani masalah politik daripada oleh kelemahan teknis di aparat keamanan,” kata Jim Della-Giacoma, Direktur Project Crisis Group untuk Asia Tenggara. “Cara paling baik untuk mempertahankan stabilitas sampai pemilu 2012 adalah komitmen kuat dari para pemimpin Timor-Leste untuk melakukan persaingan politik secara damai.”

Contact Info

Michael Zumot (Brussels)
+32 (0) 2 290 57 62
@MichaelZumot

Scott Malcomson (New York)
+1 212 813 0820
@smalcomson

For more information on how to contact Crisis Group's Communications Unit, please click here.